JEJAK SANG PERANTAU: DARI PIAMAN KA NAGARI MELAYU
*Oleh: Tim Fordas (Forum Dakwah Adaik Basandi Syarak)
Buku
Jejak
Sang Perantau: Dari Piaman Ka Nagari Melayu mengisahkan perjalanan
hidup seorang anak kampung dari Nagari Pariaman yang tumbuh dalam keterbatasan
ekonomi, namun mampu menembus kerasnya kehidupan dengan keteguhan hati, kerja
keras, dan keyakinan kepada Allah SWT. Sosok itu adalah H. Abu Bakar Sidik, yang lebih dikenal masyarakat dengan
nama H. Dasar.
Terlahir dari keluarga
sederhana di tanah Piaman, kehidupan masa kecil H. Dasar penuh dengan
perjuangan. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat beliau harus menerima
kenyataan pahit putus sekolah saat masih duduk di bangku kelas 3 SD. Namun,
keterbatasan pendidikan formal tidak memadamkan semangatnya untuk belajar dan
memperbaiki kehidupan. Dalam usia muda, beliau memilih jalan ilmu agama dengan
berangkat mengaji ke Batusangkar, sebuah perjalanan yang menempa jiwa dan
membentuk karakter hidupnya menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan
religius.
Perjalanan hidup beliau
kemudian berlanjut ke tanah rantau. Dari kampung halaman di Pariaman, beliau
mengadu nasib ke Pekanbaru dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Kehidupan
perantauan tidak selalu mudah. Berbagai pekerjaan dijalani demi bertahan hidup.
Namun, semangat pantang menyerah dan tekad kuat untuk sukses terus menyala
dalam dirinya.
Takdir kemudian membawa
beliau ke Kota Dumai, Negeri Melayu yang menjadi saksi perjuangan panjang
seorang perantau Minang. Di kota inilah H. Dasar mulai membangun usaha dari
nol. Dengan kejujuran, kerja keras, dan kemampuan membaca peluang usaha, beliau
perlahan bangkit menjadi seorang pedagang dan pebisnis yang sukses serta
dihormati masyarakat.
Buku ini bukan hanya
menceritakan kisah sukses seorang perantau, tetapi juga menghadirkan
nilai-nilai kehidupan tentang perjuangan, kesabaran, pengorbanan, dan
pentingnya menjaga identitas budaya serta agama di tanah rantau. Kisah H. Dasar
menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan niat
yang baik, usaha yang sungguh-sungguh, dan doa yang tidak pernah putus,
seseorang dapat mengubah nasib dan meninggalkan jejak kehidupan yang bermakna
bagi banyak orang.
Jejak Sang Perantau
adalah potret nyata perjuangan anak nagari yang menapaki jalan hidup dari
kesederhanaan menuju keberhasilan, dari Piaman hingga Negeri Melayu.
Berita Terkait
RESTU MBAH KH. RAHMAT AFIFI UNTUK H. PANAEKAN
16 Apr 2026