ARIF EKA SAPUTRA (DPD RI) DUKUNG PENGUATAN ADAT BASANDI SYARAK, HADIRI PENGUKUHAN FORDAS DI DUMAI
Kota Dumai, 25
Juli 2026 – Anggota Dewan Perwakilan
Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Arif Eka Saputra, menghadiri kegiatan Pengukuhan
Forum Dakwah Adat Basandi Syarak (FORDAS) yang dirangkaikan dengan Seminar Adat
Basandi Syarak di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung, Kota Dumai, Sabtu
(25/7/2026). Kehadiran Arif Eka Saputra sebagai tamu undangan menjadi bentuk
dukungan nyata terhadap upaya pelestarian nilai-nilai adat dan budaya
Minangkabau di tengah kehidupan masyarakat perantauan yang ada di kota Dumai.
Dalam kesempatan tersebut, Arif Eka Saputra
menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sangat
strategis dalam menghidupkan kembali semangat pelestarian budaya, khususnya
falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Menurutnya,
forum seperti ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat
Minangkabau, tetapi juga menjadi wadah intelektual untuk mengkaji,
mendokumentasikan, dan mengembangkan nilai-nilai adat agar tetap relevan dengan
perkembangan zaman.
Sebagai putra rantau yang juga mengalir darah
Minangkabau dalam dirinya, Arif Eka Saputra menegaskan bahwa kegiatan
penelitian (research), seminar, dan diskusi ilmiah mengenai adat basandi
syarak perlu terus dihidupkan. Ia menilai, belakangan ini kegiatan-kegiatan
yang membahas kekayaan adat dan budaya Minangkabau mulai berkurang, terutama di
kalangan masyarakat Minang yang berada di perantauan.
"Adat bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi
identitas yang harus terus dipelihara melalui kajian, penelitian, dan
ruang-ruang diskusi. Kegiatan seperti yang dilaksanakan FORDAS ini menjadi
langkah penting untuk memastikan nilai-nilai luhur Minangkabau tetap hidup dan
dapat diwariskan kepada generasi muda," ujarnya.
Lebih lanjut, Arif Eka Saputra menilai bahwa inisiatif
FORDAS sejalan dengan arah pembangunan Nasional yang mendorong penguatan budaya
dan literasi masyarakat. Pemerintah saat ini terus mengajak seluruh elemen
bangsa untuk meningkatkan budaya literasi, tidak hanya dalam bidang pendidikan
dan teknologi, tetapi juga literasi mengenai adat istiadat, sejarah, dan
kebudayaan daerah sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki literasi budaya
yang kuat akan lebih mampu menjaga identitasnya di tengah derasnya arus
globalisasi. Oleh karena itu, seminar-seminar yang mengangkat tema adat dan
budaya perlu terus diperbanyak sebagai ruang edukasi sekaligus regenerasi pemahaman
terhadap nilai-nilai lokal.

Kegiatan Pengukuhan FORDAS dan Seminar Adat Basandi
Syarak ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh agama,
akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan masyarakat Minangkabau
yang berdomisili di Kota Dumai. Suasana penuh kehangatan dan semangat
kebersamaan mewarnai jalannya acara yang mengusung komitmen memperkuat sinergi
antara adat dan syariat sebagai fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau.
Melalui kegiatan tersebut, FORDAS diharapkan menjadi
motor penggerak lahirnya berbagai kajian ilmiah, penelitian, serta
program-program edukasi yang berorientasi pada pelestarian falsafah Adat
Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Dukungan dari berbagai pihak,
termasuk Anggota DPD RI Arif Eka Saputra, menjadi energi positif bagi FORDAS
untuk terus menghadirkan ruang-ruang intelektual yang mampu menjaga eksistensi
nilai-nilai adat Minangkabau di perantauan sekaligus memperkuat kontribusinya
dalam pembangunan karakter bangsa.(Nayyer)